Tatkala mendengar lagu ini, tertarik dengan satu bait: Allah satu, selalu berikan yang terbaik untukku.
Hidup perlukan pilihan. Kadang-kadang kita terlalu memilih, kadangkala susah memilih, atau terkadang tanpa disedari terpilih. Malang, kadang-kadang juga terasa salah memilih. Pokoknya memilih bukan mudah. Selalulah memilih Allah sebagai pemilih untuk kita, agar apa yang dipilih merupakan pilihan yang terbaik.
Ada kalanya, pilihan orang lain dirasakan lebih baik. Milik orang lainlah yang terbaik, diri sendiri selalu ada sahaja yang tidak kena. Sang syaitan seringkali menimbulkan prasangka buruk; kenapa aku tidak tidak dapat sepertimana mereka? Kenapa aku memilih ini, seandainya aku memilih itu…Andai aku miliki seperti mana mereka…
Katakan tidak, apa yang kita pilih atau apa yang diberi Tuhan untuk kita, selagi disuluh petunjuk, itulah pemberian terbaik untuk kita. Sebab Allah mengenali kita jauh dari kita mengenali diri sendiri.
Allah satu, pasti berikan yang terbaik untuk kita. Sudahkah kita beri yang terbaik untuk Allah?
Satu Yang Terbaik (Alginat)
Berdiri di sini..
Menatap kembali,
Silamku hitam tenggelam…
Sinar-Mu mengangkatku..
Tunjukkan arahku..
Kembali aku pada-Mu..
Pergilah jauh masa gelapku..
lembaran baru..
ini jalanku..
Di setiap langkah kusebut selalu..mengingati-Mu..
Labuhkan hati raih cinta-Mu
Kan kucoba yang terbaik untuk-Mu.. karena Engkau
Adalah yang terbaik untukku..
Allah Satu selalu berikan yang terbaik untukku..
Hari kulewati..
Mengasah pribadi..
Mengubur cerita nostalgia..
Terkadang kujatuh tak henti kucoba..
Bangkit kembali aku pada-Mu..
Pergilah jauh masa gelapku..
lembaran baru..
ini jalanku..
Di setiap langkah kusebut selalu..
mengingati-Mu..
(mengingat diri-Mu)
Dikala gundah datang gelisah..
Bila hatiku terbelenggu ragu..
Nafsu tak menentu…
Ya Allah kuatkan aku…
Kan kucoba yang terbaik untuk-Mu karena Engkau..
Adalah yang terbaik untukku.
Allah Satu selalu berikan yang terbaik untukku..
dayah.habil said,
February 20, 2009 @ 9:43 am
sebenarnya kita hamba tak pernah memiliki apa2 pun.kita cuma meminjam saje dari Allah. Dia tentu lebih arif untuk beri kita pinjaman dalam bentuk yang terbaik. Kita ni manusia memang banyak merungut utk dapat itu ini sebab mungkin terlupa, semua tu hanya ’sewaan’ yang diberi diskaun oleh Tuhan sendiri. Cara bayar, taat dan bersyukur. Mudah nak cakap tapi realitinya payah nak buat.
Itulah, pernah dengar someone nasihat, untuk latih berjiwa hamba yg bersyukur tu,
1) kalau hal-hal dunia (cth kerja, gaji, jodoh, rumah, rezeki, pangkat, harta dsb), kita toksah tengok yang lebih baik drpd kita. tapi tgk yang kurang drp kita spt org miskin, susah, tak berpeluang sambung belajar dsb. barulah terdetik betapa, banyaknya yang Allah dah beri kat kita untuk disyukuri dan selalu merasa cukup.
2) kalau hal-hal akhirat (cth ilmu agama, kemurahan hati, peluang jihad, peluang buat haji dsb), kita perlu tgk yg lebih baik drp kita. as a double check. supaya kita takde terfikir pun nak ada perasaan bangga, riak, takbur, ujub dsb. lalu bersungguh2 untuk perbaiki amal, tambah ilmu dsb
erm, maafla tuan blog.terpanjang dan terkeluar topik sikit la pulak.hehe.semoga same2 dpt manfaat.
syafeeqridzam said,
February 23, 2009 @ 6:55 pm
benar memang benar
tahniah kerana bukan sekadar komen, hohoh